ICMI Papua Tengah Periode 2025-2030 Resmi Dilantik, Siap Jadi Motor Intelektual di Tanah Papua Tengah

Berita, NABIRE3434 Dilihat

MEDIA MATARAKYATNEWS || NABIRE, PAPUA TENGAH – Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Papua Tengah periode 2025–2030 resmi dilantik di Aula RRI Nabire, Sabtu (8/11/2025). Pelantikan ini menandai babak baru pergerakan kaum intelektual Muslim di Tanah Papua dalam memperkuat peran keilmuan, moral, dan sosial kemasyarakatan.

Pelantikan dipimpin oleh Bendahara Umum ICMI Pusat, Andi Irman Patiroi, S.E., M.M., mewakili Ketua Umum Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., dengan pembacaan SK oleh Ardi, S.T., dilanjutkan penyerahan bendera Pataka kepada Ketua ICMI Papua Tengah, Dr. Abdul Rahim, S.Sy., S.Ag., M.H.

Kegiatan bertema, “Menghadirkan Peran ICMI dalam Meneguhkan Komitmen Kebangsaan Menuju Papua Tengah Bermartabat” ini dihadiri Staf Ahli II Gubernur Papua Tengah Herman Kayame, Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari, serta berbagai tokoh ormas Islam, akademisi, dan masyarakat.

Dalam sambutan mewakili Ketua Umum ICMI Pusat, Andi Irman mengajak seluruh pengurus memahami makna sejati sebagai cendekiawan — bukan sekadar berpendidikan tinggi, tetapi juga mampu berpikir dan bertindak demi kepentingan umat dan bangsa.
“Cendekiawan sejati adalah mereka yang berpikir, bertindak, dan menghadirkan perubahan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa ICMI berdiri di atas tiga pilar utama: keislaman, keindonesiaan, dan keilmuan, yang menjadi fondasi perjuangan organisasi. “ICMI berpikir dengan cara Islam yang rahmatan lil alamin, bertindak dengan semangat keindonesiaan, dan berlandaskan ilmu pengetahuan. Di sinilah kekuatan kita: memadukan IMTAQ dan IPTEK,” tegasnya.

Andi Irman juga menyampaikan empat pesan strategis agar pengurus baru berkolaborasi aktif dengan pemerintah, kampus, dunia usaha, dan lembaga keagamaan dalam membangun ekosistem intelektual yang produktif.
“Nabire harus menjadi pusat literasi dan pengembangan cendekia muda di Tanah Papua. ICMI bukan tempat orang tua, tapi wadah tumbuhnya generasi intelektual Muslim muda,” katanya.

Ia juga mendorong pengembangan ekonomi umat melalui program halal, ekonomi kreatif, dan koperasi syariah, serta menekankan pentingnya transformasi digital dan database anggota untuk memperkuat basis organisasi.

Menutup sambutannya, Andi mengajak seluruh pengurus berpartisipasi dalam Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) ICMI 2025 di Bali. “Orwil Papua Tengah kini menjadi bagian dari 51 wilayah ICMI di Indonesia. Jadilah cendekiawan yang berpikir, bertindak, dan menginspirasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua ICMI Papua Tengah, Dr. Abdul Rahim, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan menegaskan komitmen pengurus untuk menghadirkan ICMI sebagai gerakan moral dan intelektual yang solutif.
“ICMI bukan sekadar organisasi, melainkan wadah berpikir dan berbuat untuk kemajuan umat dan daerah. Kami hadir untuk memperkuat nilai-nilai IMTAQ dan IPTEK dalam kehidupan sosial dan pemerintahan di Papua Tengah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pengurus akan segera menyusun program kerja lima tahun ke depan yang fokus pada pendidikan, pemberdayaan sosial, dan ekonomi umat berbasis inovasi dan teknologi, serta menjaga nilai toleransi antarumat beragama yang telah menjadi ciri khas Papua Tengah.

Menutup kegiatan, kutipan almarhum B.J. Habibie kembali menggema:
“Ilmu pengetahuan tanpa iman dan takwa adalah buta, sedangkan iman dan takwa tanpa ilmu pengetahuan adalah lumpuh.” tutupnya.

Dengan semangat itu, ICMI Papua Tengah diharapkan menjadi motor penggerak transformasi intelektual, sosial, dan spiritual di Tanah Papua Tengah.

RED-MATARAKYATNEWS
JN. Ngangalo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *