MEDIA MATARAKYATNEWS || Nabire, Papua Tengah – Kepolisian Resor (Polres) Nabire, menggelar Apel Kesiapan besar-besaran pada Selasa, (9/12/2025) pukul 16.30 WIT di Lapangan Apel Polres Nabire. Apel ini dilaksanakan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), menjelang peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia pada 10 Desember 2025.
Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., serta diikuti oleh ratusan personel gabungan dari berbagai unsur. Total personel yang disiagakan terdiri dari 5 regu UKL Polres Nabire, 1 SST Gabungan Pers Polda Papua Tengah, 2 SST Yon A Sat Brimob Polda Papua Tengah, 1 SST Brimob Pas III Pelopor, 1 SST Unit Dalmas, serta dukungan dari 1 SST Lanal Nabire, 1 SST Satpol PP Provinsi Papua Tengah, dan 1 SST Satpol PP Kabupaten Nabire.
Turut hadir dalam apel tersebut para Komandan dari masing–masing unsur pengamanan, antara lain perwakilan Lanal Nabire, Komandan Kompi Brimob Yon A Polda Papua Tengah, Komandan Brimob Pasukan III Pelopor, pejabat Satpol PP Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Nabire, serta para pejabat utama Polres Nabire dan para Kapolsek jajaran.
Dalam arahannya, Kapolres menyampaikan bahwa apel ini bertujuan utama untuk mengecek kesiapan seluruh personel dalam menghadapi rencana penyampaian aspirasi yang diperkirakan akan melibatkan ratusan massa aksi.
Kapolres menjelaskan bahwa pihak Kepolisian tidak melarang penyampaian aspirasi, namun menolak untuk memberikan izin pelaksanaan long march yang direncanakan dari lima titik berbeda di Nabire.
“Kami sudah melakukan upaya deteksi dini, penggalangan, dan koordinasi sebanyak dua kali dengan Koordinator Lapangan (Korlap) aksi. Intinya, kami tidak mengizinkan pelaksanaan long march dengan melibatkan ratusan orang,” tegas AKBP Samuel.
Penolakan izin tersebut, diperkuat setelah Korlap aksi menolak menandatangani surat pernyataan bertanggung jawab apabila terjadi hal yang tidak diinginkan selama aksi berlangsung. Akibatnya, Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan (Kasat Intelkam) telah mengeluarkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) yang menyatakan beberapa persyaratan aksi tidak terpenuhi. Meskipun Kasat Lantas telah menyiapkan angkutan di setiap titik kumpul sebagai alternatif transportasi, Korlap aksi tetap bersikeras akan melaksanakan long march.
Kapolres menekankan pentingnya pengendalian diri dan pelayanan di lapangan. “Kita harus bisa menekan ego dan melaksanakan pelayanan,” ujarnya.
Strategi pengamanan yang diinstruksikan meliputi upaya negosiasi, di mana tim negosiator dipercayakan kepada personel Bhabinkamtibmas.
Kapolres berpesan agar seluruh Padal (Perwira Pengendali Lapangan) dan anggota saling mengingatkan terkait pengendalian emosi. “Kita harus belajar sabar dan menahan emosi,” tuturnya.
Apel kesiapan dan penyampaian arahan selesai pukul 17.20 WIT, dilanjutkan dengan pelaksanaan Patroli Show Force di wilayah Nabire.
RED-MATARAKYATNEWS
JN. Ngangalo







