Koordinator Komunitas Pemuda Reyn Windesi Protes Telkomsel di Nabire, Aksi 2019 Bakal Diulang

Berita, NABIRE3982 Dilihat

MEDIA MATARAKYATNEWS || PAPUA TENGAH, NABIRE – Persoalan jaringan internet Telkomsel di Kabupaten Nabire, kembali menjadi sorotan.

Reyn Windesi, koordinator komunitas pemuda di Nabire, melayangkan protes terhadap pihak Telkomsel lantaran akses internet di wilayah tersebut masih sering mengalami gangguan.

Protes tersebut, mencuat setelah Rein menilai bahwa hingga kini kualitas jaringan internet Telkomsel di Nabire belum juga membaik.

Padahal, kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital semakin tinggi, mulai dari aktivitas komunikasi hingga akses informasi.

“Sudah bertahun-tahun masalah ini dibiarkan. Kami merasa dirugikan, karena internet yang seharusnya memudahkan kerja justru sering menjadi hambatan, “tegas Reyn Windesi di halaman Mapolres Nabire. Senin, (11/9/2025).

Masalah layanan Telkomsel di Nabire bukan hal baru. Pada 2019 lalu, tercatat sebanyak 100 karangan bunga dikirimkan ke kantor Telkomsel di Nabire.

Aksi itu dilakukan masyarakat, sebagai bentuk protes atas buruknya layanan internet saat itu. Karangan bunga tersebut, berisi sindiran sekaligus kekecewaan pengguna terhadap operator seluler terbesar di Indonesia tersebut.

Namun, meski protes besar-besaran telah dilakukan enam tahun lalu, kini masalah yang sama kembali dirasakan.

Tuntutan Perbaikan Jaringan.

Reyn Windesi menekankan bahwa, Telkomsel harus segera melakukan perbaikan jaringan di Nabire dan sekitarnya.

Menurutnya, masyarakat sudah lama bersabar menunggu layanan yang stabil.

“Kami tidak ingin ada alasan lagi. Solusi nyata harus segera diberikan, agar masyarakat bisa merasakan keadilan digital seperti daerah lain di Indonesia, “ujarnya.

Gangguan jaringan internet di Nabire bukan hanya menghambat pekerja media, tetapi juga berdampak pada aktivitas perkantoran, pendidikan, hingga pelayanan publik.

“Di era digital saat ini, akses internet sudah menjadi kebutuhan pokok. Tanpa koneksi yang stabil, masyarakat Papua Tengah, khususnya Nabire, merasa tertinggal jauh dibanding wilayah lain, “pungkasnya.

RED-MATARAKYATNEWS
JN. Ngangalo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *