MEDIA MATARAKYATNEWS |Nabire Papua Tengah – Kepolisian Daerah Papua Tengah menggelar Gelar Operasional (Gelar Opsnal) Tahun 2026 dan Analisis serta Evaluasi (ANEV) Kamtibmas Triwulan IV Tahun 2025, bertempat di Aula Wicaksana Lagwaha Polres Nabire, Senin (26/1/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah Kombes Pol. Muhajir, mewakili Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Alfred Papare, sebagai bentuk penegasan komitmen Polda Papua Tengah dalam memperkuat strategi operasional kepolisian Tahun 2026 guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Papua Tengah.
Dalam sambutannya, Muhajir menjelaskan bahwa pelaksanaan Gelar Opsnal menjadi momentum penting untuk menyusun langkah-langkah strategis dan taktis kepolisian sepanjang 2026, dengan berlandaskan evaluasi kinerja kamtibmas selama tahun sebelumnya.
Tantangan utama yang masih dihadapi meliputi gangguan kelompok kriminal bersenjata (KKB), kriminalitas konvensional, serta tingginya angka kecelakaan lalu lintas.
“Operasional Polri Tahun 2026 akan difokuskan pada penguatan deteksi dini, pencegahan konflik, serta peningkatan kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat,” ujar Muhajir.
Ia menekankan, pendekatan operasional ke depan tidak hanya mengedepankan penindakan, tetapi juga mengutamakan patroli dialogis, problem solving, serta optimalisasi peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kepolisian di tingkat kampung dan kelurahan.
Selain itu, strategi operasional 2026 juga diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan publik, penegakan hukum yang berkeadilan, serta upaya menekan angka kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas melalui langkah preventif dan edukatif.
“Keberhasilan operasional Polri tidak diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari sejauh mana masyarakat merasakan kehadiran polisi, rasa aman, dan pelayanan yang humanis,” tegasnya.
Dalam mendukung efektivitas operasional kepolisian Tahun 2026, Muhajir juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta tokoh adat dan tokoh agama guna menjaga stabilitas keamanan yang berkelanjutan di Papua Tengah.
Dengan strategi operasional yang terukur dan berbasis evaluasi, Polda Papua Tengah optimistis mampu meningkatkan kinerja kamtibmas serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri sepanjang Tahun 2026.(*)
Red – MATARAKYATNEWS
JN







