“Siswa SMPN 4 Nabire Dikeroyok Anak Kepala Dapur MBG, Dinas Pendidikan Hentikan Sementara Layanan SPPG Kalisusu”

MEDIA MATARAKYATNEWS |Nabire Papua Tengah – Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Nabire, H. Suwandi, S.Pd., M.Pd., memaparkan kronologis pemukulan terhadap salah satu siswanya yang diduga dilakukan oleh anak Kepala Dapur SPPG Kalisusu. Insiden bermula dari ketegangan di lingkungan sekolah pada Selasa, 13 Januari 2026, yang sempat melibatkan sikap arogan orang tua siswa terhadap pihak sekolah dan telah diselesaikan secara damai di Polsek Nabarua. Namun, persoalan tersebut berlanjut di luar sekolah hingga berujung pada aksi pengeroyokan terhadap siswa SMPN 4 Nabire. Di sisi lain, SPPG Kalisusu yang berlokasi di Jalan Jakarta dan merupakan bagian dari layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kerap dikeluhkan sejumlah sekolah di Kota Nabire, mulai dari keterlambatan pengantaran makanan hingga kualitas lauk pauk yang dinilai tidak layak konsumsi dan berpotensi membahayakan kesehatan siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pidjer., S.Pd., MM., menyatakan sangat menyesalkan kejadian tersebut karena telah meluas dan mencoreng dunia pendidikan. Ia mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Yasor Victor selaku Wakil Kepala Satgas MBG Wilayah Papua Tengah yang juga merangkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, serta Marsel Asyerem selaku Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire. Ibu Dina mengapresiasi keputusan penghentian sementara pelayanan MBG oleh SPPG Kalisusu, terhitung dari hari Kamis tanggal 15 Januari 2026, tidak hanya di SMPN 4 Nabire tetapi juga di beberapa sekolah lain, sebagai bentuk evaluasi dan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Sementara itu, terkait pengeroyokan terhadap siswanya yang bernama Caecar Rangga Pratama kelas 9E yang korban tersebut tinggal di jl. Semarang dan kronologi pengeroyokan yang terjadi malam Rabu pukul 19.00 WIT Depan SD Yapis jumlah pelaku ada 6 orang salah satunya Anak Kepala Dapur SPPG Kalisusu bernama Fatih Yusri. Kepala Sekolah SMPN 4 Nabire menegaskan siap mengawal kasus tersebut hingga tuntas dan meminta orang tua korban tidak mencabut laporan agar ada efek jera apalagi dari beberapa pelaku sudah bisa di proses hukum’ ujar Kepsek.

Orang tua korban telah melaporkan kejadian ini ke Polres Nabire dan saat ini masih dalam proses penyidikan. Korban diketahui telah menjalani visum di RSUD Sriwini Nabire, kondisi Korban dalam wawancara singkat via telepon Caesar menyampaikan masih kesakitan di tulang rusuk dan kepala masih pusing, sementara pihak keluarga telah menyerahkan bukti rekaman CCTV kepada kepolisian. Ibu dari korban pengeroyokan berharap Pemda lebih tegas dan Aparat menindak lanjuti kasus yang terjadi ke anaknya agar kejadian serupa tidak terulang kembali, khususnya di lingkungan pendidikan serta keamanan siswa terjamin dan pelaksanaan program nasional MBG berjalan sesuai tujuan.(*)

Red: matarakyatnews

JN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *