Solidaritas Pelajar Mahasiswa Papua Tengah Suarakan Penolakan 52 Perusahaan dan Desak Pembebasan Tapol

Berita, NABIRE4132 Dilihat

MEDIA MATARAKYATNEWS || PAPUA TENGAH, NABIRE – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Pelajar Mahasiswa Papua Tengah, menggelar aksi Mimbar Bebas di Pasar Karang, Nabire. Kamis, (11/09/2025). Aksi tersebut, dipimpin oleh koordinator lapangan (Korlap) Marius Petege, mahasiswa PGSD FKIP Uncen kelas Nabire.

Dalam aksinya, massa mengusung tema, “Papua Tengah Darurat Investasi dan Bebaskan Empat Tapol Sorong”. Mereka menilai, rencana pembangunan 52 perusahaan yang digagas pemerintah pusat di wilayah Papua Tengah tidak akan membawa kesejahteraan, melainkan justru mengancam kehidupan masyarakat adat.

“Aksi ini, kami gelar untuk menyuarakan keresahan masyarakat. Perusahaan-perusahaan yang masuk tidak berpihak pada kesejahteraan, tetapi justru akan membawa dampak buruk bagi orang Papua,” tegas Korlap aksi, Marius Petege.

Selain menolak investasi yang dinilai merugikan, massa juga menyerukan solidaritas untuk pembebasan empat tahanan politik (Tapol) aktivis NRPB di Sorong. Mereka menuntut, agar keempat Tapol yang saat ini menjalani sidang di Makassar, dibebaskan tanpa syarat dan dipulangkan ke Papua.

Menariknya, aksi tidak dilakukan di kantor pemerintahan, melainkan di pusat keramaian Pasar Karang. Menurut peserta aksi, lokasi tersebut dipilih karena dampak investasi langsung dirasakan oleh masyarakat, bukan hanya pemerintah.

Dalam Mimbar Bebas itu, mahasiswa menyampaikan aspirasi melalui orasi, pembacaan puisi, serta pertunjukan seni jalanan. Mereka menyebut kegiatan ini sebagai bentuk “panggung rakyat” untuk menyuarakan kegelisahan dan aspirasi masyarakat Papua Tengah.

RED-MATARAKYATNEWS
JN. Ngangalo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *