Amal Said Dosen UIM Lulusan S3 Diduga Ludahi Kasir Swalayan Usai Terobos Antrian

MAKASSAR29 Dilihat

MEDIA MATARAKYATNEWS || MAKASSAR – Dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar (UIM), Dr Ir Amal Said terekam kamera meludahi kasir di salah satu swalayan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan. (25/12/2025).

Universitas Islam Makassar (UIM) merupakan salah satu kampus yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. Sementara swalayan tersebut berada di area yang sama.

Dalam rekaman yang beredar, Amal Said tampak menerobos antrean di swalayan dan membuka dompet untuk melakukan pembayaran ke kasir.

Tidak diketahui apa isi percakapan Amal Said dan sang kasir. Tiba-tiba Amal Said meludahi sang kasir berbaju biru krudung putih.

Imbas aksinya itu, kini ia viral di sosial media dan videonya tersebar luas. Rektor UIM, Prof Dr Muammar Bakry, bahkan buka suara.

“Kalau yang di video itu memang (dosen UIM), dosen pertanian,” kata Muammar Bakry dikonfirmasi via telepon WhatsApp, dikutip dari TribunTimur, Sabtu (27/12/2025) siang

Muammar mengaku akan mengambil langkah sebagai pimpinan di UIM. Sebab kata dia, apa yang terekam dalam video viral tersebut tidaklah manusiawi.

“Kita harus tabayyun dulu sama yang bersangkutan toh. Yang pasti di video itu kan ndak bagus lah, ndak manusiawi kalau itu kejadian,” ujarnya.

Muammar yang juga Sekretaris MUI Sulsel, mengaku menyayangkan adanya kejadian itu.

“Iya (disayangkan). Pasti akan kita berikan sanksi akademik sesuai aturan yang ada di kampus,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan Muammar, AS bukanlah dosen yayasan melainkan dosen negara yang diperbantukan ke UIM.

“Jadi nanti kita akan bicarakan seperti apa prosedurnya, apa dikembalikan ke negara atau gimana,” jelasnya.

Informasi yang diperoleh, sang kasir inisial N (21) telah melaporkan kejadian yang dialami ke Polsek Tamalanrea.

Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Sangkala, membenarkan adanya laporan N tersebut.

“Sudah, melaporkan di Polsek Tamalanrea dengan laporan penghinaan dan dilakukan proses penyelidikan,” kata Iptu Sangkala.

Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea mengatakan akan memanggil saksi-saksi yang ada untuk dimintai keterangan.

RED MATARAKYATNEWS

Haerul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *