MEDIA MATARAKYATNEWS || JAKARTA – Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Rismon Sianipar, bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (13/3/2026) pagi.
Rismon tiba di kompleks Istana Wakil Presiden sekitar pukul 09.50 WIB dengan menggunakan mobil Toyota New Rush berwarna putih bernomor polisi B 2551 GA. Mengenakan kemeja biru dongker, ia sempat menyapa para wartawan yang telah menunggu sejak pagi.
Saat ditanya mengenai tujuan kedatangannya, Rismon menjawab singkat.
“Silaturahmi saja,” ujarnya sebelum berjalan masuk menuju gedung Istana Wakil Presiden.
Pertemuan dengan Gibran berlangsung di salah satu ruang di dalam kompleks Istana. Hingga berita ini disusun, belum ada penjelasan resmi mengenai isi pembicaraan antara keduanya.
Kunjungan Rismon ke Istana Wapres terjadi sehari setelah ia bertemu langsung dengan Jokowi di kediamannya di kawasan Sumber, Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (12/3). Dalam kesempatan tersebut, Rismon mengakui adanya kekeliruan dalam penelitian yang sebelumnya ia lakukan terkait keaslian ijazah Jokowi, yang sempat ia tuangkan dalam buku Jokowi’s White Paper.
Menurut Rismon, kesalahan tersebut terungkap setelah ia melakukan kajian lanjutan terhadap data yang digunakan.
“Sebagai peneliti independen, saya harus mengakui jika terdapat kekeliruan dalam penelitian yang saya lakukan dan memperbaikinya,” kata Rismon dikutip Tangselpos.id.
Ia menjelaskan bahwa metode yang digunakannya sebenarnya berbasis analisis forensik digital yang umum dipakai dalam penelitian. Namun, akurasi hasil penelitian juga sangat bergantung pada kualitas objek yang dianalisis.
Dalam penelitian awal, Rismon menggunakan foto ijazah yang diunggah oleh kader PSI, Dian Sandi Utama. Foto tersebut, menurutnya, mengalami distorsi karena sudut pengambilan gambar serta kondisi pencahayaan.
Rismon mengakui tidak memperhitungkan sejumlah faktor teknis seperti translasi, rotasi gambar, dan efek pencahayaan, yang akhirnya memengaruhi hasil analisis. Setelah dilakukan penelitian ulang, ia menyimpulkan bahwa ijazah Jokowi tidak mengalami manipulasi digital.
“Tidak ditemukan adanya rekayasa digital. Ijazah tersebut asli,” jelasnya.
Rismon juga menyampaikan permintaan maaf kepada Jokowi serta masyarakat atas polemik yang sempat muncul.
Sebelumnya, Gibran juga telah merespons klarifikasi dan permintaan maaf tersebut melalui pernyataan tertulis.
“Bulan Ramadan adalah waktu yang baik untuk saling memaafkan dan memperkuat kembali persaudaraan,” ujar Gibran dalam keterangan resmi yang disampaikan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden.
Gibran menilai sikap Rismon yang bersedia melakukan klarifikasi dan meninjau kembali pernyataannya menunjukkan sikap terbuka serta kedewasaan dalam menyikapi dinamika demokrasi di ruang publik.











