Yoakim Mujizau Kutuk Keras Penembakan Pilot di Bovendigul: Itu Tindakan Tidak Manusiawi

Berita, Nasional, Papua35 Dilihat

MEDIA MATARAKYATNEWS |PAPUA – Ketua Tim Mediasi Penanganan Konflik bersenjata di Wilayah Kabupaten Intan Jaya Papua Tengah, Yoakim Mujizau, mengecam keras aksi penembakan terhadap pilot dan co-pilot pesawat perintis yang diduga dilakukan Kelompok TPNPB Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo dari Batalyon Kabibal, yang di bawah Panglima Brigjen Elkius Kobak, serta Komandan Operasi Kopitua Heluka, kamis 12 Februari 2026.

Menurut Yoakim, tindakan tersebut sangat tidak manusiawi karena pesawat perintis memiliki peran vital dalam melayani masyarakat di daerah terpencil Papua yang belum sepenuhnya terjangkau pelayanan pemerintah.

“Pesawat perintis itu hadir untuk menjangkau dan melayani masyarakat di kampung-kampung dan distrik-distrik yang belum terlayani. Para pilot ini berani mempertaruhkan keselamatan demi mengantar kebutuhan hidup masyarakat di wilayah pelosok,” tegas Yoakim.

Ia menjelaskan, keberadaan pesawat kecil tersebut sangat membantu masyarakat, terutama dalam distribusi bahan pokok seperti beras, gula, garam, minyak goreng, hingga kebutuhan sehari-hari lainnya. Selain itu, pesawat perintis juga menjadi sarana transportasi utama bagi warga yang hendak bepergian dari dan ke daerah terisolir.

“Melalui pesawat kecil inilah masyarakat bisa merasakan pelayanan. Pemerintah kabupaten tidak mungkin menjangkau semua distrik secara langsung. Pesawat perintis menjadi penghubung utama,” ujarnya.
Yoakim menegaskan kalau mau berperang, silakan berperang tapi dengan kombatan, karena masing-masing mempertahankan harga diri,Papua merdeka harga mati, NKRI harga mati.

Karena masing-masing mempertahankan harga diri, ya silakan berperang kombatan dan kombatan jangan melibatkan dan jangan meneror, menembaki pilot, tenaga kesehatan, tenaga guru, dan warga sipil lainnya.
Lebih lanjut, Yoakim meminta agar tindakan serupa tidak terulang dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap perjuangan.

“Semua TPNPB-OPM yang melakukan perlawanan, yang melakukan gerakan-gerakan di daerah gunung harus menjaga perikemanusiaan. Ya, kemanusiaan itu di atas segala-galanya. Karena mereka juga berjuang mempertahankan diri, mereka mengatakan mereka mau merdeka dan lain-lain, itu semua karena demi kemanusiaan. Karena tidak mau manusia lain menindas manusia lain, tegas Yoakim.

“Jangan mengesampingkan kemanusiaan. Rakyat sipil, terutama pilot-pilot yang berani masuk ke wilayah terpencil demi menjamin kelangsungan hidup masyarakat, harus dilindungi,” tegasnya.

Yoakim juga mengucapakan turut berduka cinta yang atas meninggalnya pilot dan co-pilot yang di tembak bandara bovendigul dan semoga keluarga yang di tinggalkan diberikan kebatahan, ujar Yoakim”.(Red)

Red – MATARAKYATNEWS

JN

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *