MEDIA MATARAKYATNEWS || CILACAP -Badan Gizi Nasional (BGN) Jawa Tengah bersama Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cilacap secara tegas membantah tuduhan adanya 100 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang fiktif di wilayah Cilacap.
Pihak pengelola menjelaskan bahwa titik-titik lokasi tersebut tidak fiktif, melainkan sudah terdaftar resmi dalam sistem BGN namun statusnya masih dalam tahap persiapan atau proses pembangunan fisik.
Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Jawa Tengah, Reza Mahendra, menegaskan bahwa 100 titik dapur yang dipersoalkan sebenarnya sudah memiliki ID SPPG resmi. Status terdaftar ini membuktikan keberadaannya diakui secara administratif dan bukan proyek “hantu”.
Ia membantah keras rumor miring yang menyebut koordinat dapur sengaja ditempatkan di tengah hutan belantara atau area pemakaman warga.
Menurutnya, lokasi-lokasi yang dituding fiktif sebenarnya sudah masuk ke dalam sistem registrasi resmi BGN. Kondisinya saat ini memang belum memiliki bangunan operasional yang selesai karena pengerjaan konstruksinya masih berjalan bertahap.
Korwil Reza mengakui adanya keterlambatan pembangunan pada sekitar 100 titik tersebut akibat kendala administrasi lapangan dan fakta bahwa titik-titik tersebut belum mendapatkan alokasi anggaran dari pusat.
Sementara itu, Koordinator SPPG Cilacap, Yuda Prasetyo, menjabarkan bahwa dari total lebih dari 300 unit SPPG di Cilacap, sebanyak 220 unit sudah beroperasi aktif, sedangkan 114 unit lainnya masih dalam tahap persiapan fisik atau konstruksi. Seratus titik yang diperdebatkan termasuk dalam daftar unit yang sedang dibangun ini.
Pihak BGN Jawa Tengah dan Korwil SPPG Cilacap saat ini telah membuka jalur komunikasi langsung dengan Pemerintah Kabupaten Cilacap guna mencocokkan basis data lapangan secara utuh demi meluruskan kesalahpahaman. Mereka juga menegaskan siap mendukung proses transparansi untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cilacap tetap berjalan tepat sasaran.
Tuduhan awal mengenai 100 dapur fiktif ini sebelumnya mencuat dari pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, setelah tim investigasi daerah menemukan koordinat terdaftar yang masih berupa lahan kosong tanpa bangunan ataupun aktivitas pelayanan gizi.


