MEDIA MATARAKYATNEWS || JAKARTA – Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena dikabarkan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Berdasarkan informasi yang diperoleh redaksi, Senin, 21 September 2026, Bupati Bolmut Sirajudin Lasena dan beberapa orang lainnya terjaring kegiatan penyelidikan tertutup yang dilakukan KPK di Kabupaten Bolmut, Sulawesi Utara, Senin, 21 September 2026.Bahkan, KPK sudah berencana menggelar ekspose atau gelar perkara hasil OTT di Bolmut pada malam ini.
Sementara itu, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memberikan tanggapan singkat saat wartawan menemui dirinya di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan.
“Kami cek dulu,” Kata Budi.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini dikabarkan sedang melakukan kegiatan penyidikan tertutup di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Sirajuddin Lasena yang berasal dari kalangan birokrat dikabarkan ikut terjaring operasi tangkap tangan.
Diketahui, dalam kegiatan penandatanganan MoU dan perjanjian kerja sama Sistem Integrasi Geopasial Informasi Tanah dan Pajak (SISGITA) di Puspemkot Tangsel dijadwalkan hadir sebanyak 60 kepala daerah kabupaten/kota se-Indonesia.
Dari 60 yang turut diundang hanya 45 bupati dan wali kota yang hadir langsung. Sisanya dua wakil kepala daerah, dua sekretaris daerah, tiga asisten daerah dan empat kabupaten diwakili oleh organisasi perangkat daerah setempat.
SISGITA adalah menggabungkan dan mengintegrasikan antara peta objek pajak dengan peta induk bidang. Peta objek pajak dimiliki oleh Badan Pendapatan Daerah setempat. Sedangkan peta objek pajak atau nomor induk bidang dimiliki oleh Kantor Pertanahan.







