Hanya Ada Di Saat Musim Kemarau. Masyarakat Yang Ada Di Kab. Minahasa Khususnya Kec. Remboken Masih Menggunakan Cara Tradisional Untuk Pembuatan SAGU

LELEKO – REMBOKEN // Media MatarakyatNews.com  10/10/2023. Desa Leleko Patalingan Remboken, beberapa kelompok Masyarakat yang ikut serta dalam pengambilan SAGU dengan cara Tradisional.
Pohon sagu atau sering disebut pohon Seho dan pohon Nakel, pohon ini tumbuh di daerah yang dekat dengan aliran air dengan kadar garamnya tidak terlalu tinggi.

Masih Menjadi pertanyaan besar bagi sebagian individu kenapa SAGU hanya muncul ketika musim kemarau, dikarenakan ketika musim hujan, inti sari dari pohon Seho/pohon nakel akan ikut terbawa oleh aliran air hujan yang membasahi pohon tersebut, oleh sebab itu pengambilan Sagu hanya bisa dilakukan disaat musin kemarau yang berkepanjangan.

Baca Juga  AKSI TAMBAL SULAM JALAN BERLUBANG SEMAKIN MARAK DI KABUPATEN MINAHASA UTARA

Masyarakat Desa Leleko masih menggunakan cara tradisional dalam pengambilan SAGU yg biasa disebut dengan Mawusuk yang saat ini berlokasi di daerah Patalingaan tepatnya di Lawangirung. Menurut salah seorang bpk yang bekerja dalam pengambilan sagu, Saat ini Pohon Nakel menjadi sasaran untuk diambil Sagunya dengan panjang pohon yang kurang lebih 20meter.
Tahap pembuatan SAGU kurang lebih 2-3 hari mulai dari tahap pemotongan pohon, pengambilan serbuk SAGU, Sampai tahap pencucian yang disaring 5x dengan menggunakan Wuseng, dan tahap akhir dengan memasukan SAGU ke dalam bambu yang sudah dibersihkan.

Baca Juga  2100 Personil Polri Amankan Pengundian dan Penetapan No Urut Capres & Cawapres di KPU RI

SAGU, memiliki nutrisi yang sama amannya dengan nasi (karbohidrat).
Manfaat dari Sagu, meningkatkan produksi enzim pencernaan, menyembuhkan berbagai penyakit pencernaan seperti perut kembung, sembelit, asam lambung, maag, dan gangguan pencernaan lainnya.

 

Devita M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *