MEDIA MATARAKYATNEWS || JAKARTA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, mengecam keras dan menyatakan geram atas aksi penembakan yang menewaskan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Distrik Muliama, Papua Pegunungan. Tragedi berdarah ini terjadi pada Rabu, 9 September 2026, sekitar pukul 15.53 WIT, saat rombongan ASN dihadang dalam perjalanan kembali ke Wamena setelah menjalankan tugas kedinasan.
Menteri HAM Natalius Pigai dengan tegas menyatakan bahwa jika kelompok bersenjata menuding ketiga ASN tersebut sebagai agen rahasia atau bagian dari aparat, mereka harus bisa menunjukkan bukti yang mendukung tudingan tersebut.
“Tunjukkan bukti bahwa mereka agen? Pelaku harus diusut tuntas dan dihukum,” ujar Pigai pada Jumat, (11/9/2026)
Pigai menyoroti stigma berbahaya dari kelompok bersenjata yang kerap menganggap warga sipil pendatang sebagai bagian dari aparat keamanan. Ia mendesak adanya perlindungan yang lebih ketat bagi warga sipil di wilayah konflik.
Melalui Kementerian HAM, pemerintah mendorong pengusutan tuntas kasus ini melalui mekanisme hukum yang berlaku dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip hak asasi manusia.
Kronologi:
Rombongan Dinas Pertanian Jayawijaya berjumlah 11 orang bergerak dari Wamena menuju Kampung Kimbim untuk menyalurkan bantuan ternak babi, dilanjutkan dengan meninjau program cetak sawah di Distrik Muliama.
Saat hendak kembali ke Wamena (sekitar 20 kilometer dari kota), rombongan dihadang oleh kelompok bersenjata. Delapan orang berhasil selamat dengan berlindung di Puskesmas Muliama, sementara tiga orang tewas tertembak.
Pihak Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 dan Polres Jayawijaya merilis identitas ketiga korban meninggal dunia sebagai berikut:
-
Aprida Rapi (AR) – 49 tahun (Perempuan): Menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya. Mengalami luka tembak di bagian perut dan meninggal di lokasi kejadian.
-
Alfonsius Albinus Meha (AAM) – 35 tahun (Laki-laki): Pegawai Dinas Pertanian. Mengalami luka tembak di kepala bagian belakang serta tangan kiri, meninggal di lokasi kejadian.
-
Willi Mbuik (WB) – 24 tahun (Perempuan): Pegawai Dinas Pertanian. Mengalami luka tembak di pinggang kanan dan dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dievakuasi ke RSUD Wamena. Jenazah korban telah diterbangkan menuju kampung halamannya di Kupang, NTT.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, menyatakan bahwa berdasarkan penyelidikan awal, pelaku penembakan diduga kuat merupakan bagian dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama yang masuk ke wilayah Jayawijaya. Saat ini, tim gabungan TNI-Polri telah mengamankan 8 orang saksi dan memperketat pengamanan di sekitar area kejadian untuk memburu para pelaku serangan sipil ini.











