PT. MSM Jadi Sorotan Publik. Jalan Nasional di Desa Pinasungkulan Menghubungkan Kota Bitung dan Kabupaten Minut Ambruk Berulang Kali

Uncategorized21 Dilihat

MEDIA MATATAKYATNEWS || MINUT – Jalan nasional penghubung Kota Bitung dan Minahasa Utara di Kelurahan Pinasungkulan mengalami putus total akibat ambruk dan longsor. Peristiwa tersebut terjadi ketiga kalinya dalam beberapa tahun terakhir. Kerusakan ini melumpuhkan akses utama yang berdampak langsung pada mobilitas warga, distribusi logistik, dan sektor pariwisata. Minggu, (7/6/2026)

Kondisi jalan itu menimbulkan pertanyaan serius di tengah masyarakat terkait faktor penyebab kerusakan berulang pada jalur vital yang menjadi akses utama mobilitas warga dan distribusi barang.

foto.dok. Aktifitas Pertambangan PT. Meares Soputan Mining (MSM) yang berlangsung di kawasan itu.

Kerusakan jalan tersebut diduga akibat aktifitas pertambangan yang dilakukan oleh PT. Meares Soputan Mining (MSM) yang berlangsung di kawasan itu.

Beberapa tokoh Masyarakat menilai kejadian ambruknya jalan nasional yang berulang kali terjadi tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aktivitas yang berlangsung di kawasan tersebut agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai penyebab kerusakan yang terus berulang.

Menurut informasi yang di himpun media ini, kerusakan jalan yang terjadi saat ini diduga berkaitan dengan aktivitas kendaraan bertonase besar yang melintasi jalur tersebut. Meski demikian, hingga kini belum ada hasil kajian resmi yang menyimpulkan penyebab pasti ambruknya ruas jalan tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah bersama instansi teknis terkait segera melakukan penelitian dan investigasi komprehensif guna mengungkap faktor penyebab kerusakan jalan serta menentukan langkah penanganan yang tepat agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Tak hanya persoalan infrastruktur, warga juga menyampaikan sejumlah keluhan lain yang disebut telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Salah satunya terkait dugaan dampak aktivitas blasting atau peledakan di area pertambangan sekitar Tasiam Kecil.

Beberapa warga mengaku aktivitas peledakan tersebut pernah menyebabkan kerusakan pada rumah mereka akibat material batu yang terlontar saat blasting berlangsung. Selain itu, getaran yang ditimbulkan juga disebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat yang tinggal di sekitar area pertambangan.

Warga berharap seluruh keluhan yang selama ini disampaikan dapat menjadi perhatian serius pemerintah maupun perusahaan, sehingga keberadaan investasi di daerah tetap berjalan seiring dengan perlindungan terhadap keselamatan, lingkungan, dan hak-hak masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed