Status Siaga Darurat. Gelombang Panas Ekstrem Terjang Benua Eropa

MEDIA MATARAKYATNEWS || Benua Eropa saat ini berada dalam status siaga darurat tertinggi akibat gelombang panas ekstrem (heatwave) yang melanda sebagian besar wilayah barat dan tengah benua tersebut sejak akhir Juni 2026.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa lebih dari 1.300 orang tewas akibat lonjakan suhu mematikan tengah melanda benua tersebut. Fenomena ini dipicu oleh kubah panas (heat dome) yang diperparah oleh krisis iklim global.

Mengutip Euro News, dalam beberapa hari terakhir, suhu di sejumlah wilayah Eropa melonjak hingga melampaui 40 hingga 45 derajat Celsius. Jerman mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarahnya yaitu 41,7°C di wilayah Brandenburg, sementara Prancis mencatat titik terpanas mencapai 43,8°C.
Kondisi tersebut tidak hanya memicu risiko kesehatan yang serius, tetapi juga meningkatkan tekanan terhadap sistem layanan kesehatan dan petugas tanggap darurat.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan data mengkhawatirkan tersebut melalui sebuah unggahan di media sosial pada Minggu. Ia menggarisbawahi bahwa infrastruktur di Eropa pada dasarnya tidak dirancang untuk menghadapi lonjakan suhu sebrutal ini.

“Rumah, tempat kerja, dan sekolah di Eropa tidak dibangun untuk suhu seperti ini,” tegas Tedros dalam pernyataannya.

Dampak paling parah sejauh ini dilaporkan terjadi di Prancis. Badan Kesehatan Masyarakat Prancis (Santé publique France) mengumumkan pada Minggu bahwa negara tersebut mencatat sekitar 1.000 kematian yang lebih tinggi dari perkiraan normal hanya dalam kurun waktu beberapa hari sejak Rabu.

“Sejak 24 Juni, tercatat ada sekitar 1.000 kematian tambahan (angka yang belum dikonsolidasikan) dibandingkan dengan kematian yang tercatat pada bulan-bulan sebelumnya,” kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan.

Dikabarkan Aspal jalan tol melunak dan rel kereta serta jalur trem meleleh di kota Nuremberg dan Leipzig, Jerman. Hal ini memaksa otoritas setempat menghentikan total operasional transportasi publik trem.

Warga berbondong-bondong menyerbu toko elektronik untuk berebut AC dan kipas angin hingga stok di Paris, Prancis dan Wina, Austria dilaporkan habis total.
Akibat situasi ini, DPR RI mendesak Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) untuk segera membuka posko siaga (hotline) darurat 24 jam di seluruh KBRI dan KJRI di Eropa guna memantau dan melindungi keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di sana.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan Warga Negara Indonesia (WNI) yang terdampak atau menjadi korban gelombang panas ekstrem di Eropa.

Melalui pernyataan resmi Direktur Perlindungan WNI Kementrian Luar Negeri (Kemlu) RI Heni Hamidah, pemerintah telah mengaktifkan langkah mitigasi dan mengeluarkan sejumlah himbauan penting bagi seluruh WNI yang berada di Eropa.

Pemerintah menghimbau, bagi WNI yang saat ini sedang menetap atau melakukan perjalanan di Eropa, sangat disarankan untuk membatasi aktivitas berat di luar ruangan pada siang hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *