Warga Penambang dan Pendulang Emas Mulai Resah Tempat Penjualan Emas Mendadak Tutup

Minahasa Utara40 Dilihat

MEDIA MATARAKYATNEWS || TATELU – Situasi di beberapa wilayah pertambangan emas rakyat di Indonesia, khususnya di  Minahasa Utara, mengalami ketegangan pada akhir Februari hingga awal Maret 2026. Penambang dan pendulang emas merasa resah dan bingung karena sejumlah tempat penjualan emas (toko emas/bandar emas) mendadak tutup.

Para penambang emas di Kabupaten Minahasa Utara kini berada dalam situasi serba tidak pasti. Emas yang berhasil mereka dapatkan dari aktivitas penambangan sulit untuk diperjualbelikan.

Sejumlah toko emas yang sebelumnya ramai menerima dan membeli emas dari penambang maupun perantara, kini memilih tutup atau menghentikan sementara aktivitas pembelian.

Kondisi ini membuat para penambang kebingungan. Hasil tambang yang biasanya langsung diuangkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, kini hanya tersimpan tanpa kepastian kapan bisa terjual.

“Biasanya setelah dapat emas, langsung ada pengumpul atau toko yang ambil. Sekarang sudah tidak ada. Kami jadi bingung mau jual ke mana,” ujar seorang penambang di wilayah Tatelu yang enggan disebutkan namanya.

Berdasarkan pantauan awak media MatarakyatNews, jika sebelumnya sejumlah toko emas dan pengumpul terlihat ramai dengan aktivitas jual beli, kini sebagian tampak sepi bahkan ada yang menutup tokonya.

Seorang penjual emas mengaku sudah mencoba menawarkan emas ke beberapa toko maupun pengumpul, namun tidak ada yang bersedia membeli.

“Sudah keliling tawarkan, tapi mereka tidak mau ambil. Katanya takut bermasalah. Jadi emasnya masih saya simpan,” ungkapnya

Akibatnya, perputaran ekonomi di sektor tambang rakyat ikut melambat, banyak penambang yang menggantungkan hidup dari hasil tambang harian kini kesulitan mendapatkan pemasukan. Situasi ini tidak hanya berdampak pada penambang, tetapi juga keluarga mereka.

Para penjual emas juga merasakan dampak yang sama. Mereka yang biasanya menjadi perantara antara penambang dan toko emas kini kehilangan peran, karena tidak ada lagi yang mau mengambil emas dari tangan mereka.

“Kami juga bingung. Mau jual ke luar daerah pun tidak mudah. Semua sekarang lebih hati-hati,” kata seorang penjual emas lainnya.

Melihat kondisi tersebut, para penambang dan pelaku usaha emas berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Mereka meminta adanya langkah konkret dan solusi nyata agar emas hasil tambang rakyat bisa kembali terserap pasar secara aman dan legal.(FT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *