Ketua AWP Tegaskan Festival Media Se-Tanah Papua Jadi Momentum Persatukan Jurnalis

MEDIA MATARAKYATNEWS |Nabire Papua Tengah – Ketua Asosiasi Wartawan Papua (AWP), Elisa Sekenyap, mendeklarasikan Festival Media Se-Tanah Papua akan menjadi agenda rutin yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali.

Deklarasi tersebut disampaikan dalam sambutannya pada malam penutupan festival perdana, Kamis malam (15/1/2026) di Nabire.

Elisa menegaskan bahwa festival ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah pers di Tanah Papua.
“Ini adalah sejarah. Sejak wartawan ada di Tanah Papua, belum pernah dilakukan festival media. Ini pertama sekali dilakukan di Tanah Papua, tepatnya di Papua Tengah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Elisa menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung terlaksananya festival perdana ini.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang telah mendukung kami sehingga kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik,” katanya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kapolda Papua Tengah, Kapolres Nabire, pimpinan PLN Nabire, serta para donatur pribadi yang berkontribusi sejak hari pertama penyelenggaraan festival.

Ketua Asosiasi Wartawan Papua (AWP), Elisa Sekenyap.

Elisa menekankan bahwa meski diinisiasi oleh AWP yang merupakan organisasi wartawan asli Papua, festival ini diselenggarakan secara inklusif.
“Festival ini diinisiasi oleh wartawan asli Papua yang namanya disebut Asosiasi Wartawan Papua, tetapi dalam momen ini kami hanya sebagai inisiator. Kami semua hadir, baik wartawan asli Papua maupun wartawan non-Papua,” jelasnya.

“Jadi kami di sini tidak ada perbedaan. Dari Merauke sampai Sorong, semua hadir bersama-sama menyelenggarakan kegiatan festival media ini,” tambahnya.
Ketua AWP menyebut festival ini menjadi wadah penting untuk berkumpul, berdiskusi, melatih, serta bertukar pikiran dan pengalaman antarwartawan. Festival yang dihadiri ratusan siswa SMA/SMK dan wartawan dari 6 provinsi di Tanah Papua ini menghadirkan narasumber berpengalaman dari berbagai bidang.

“Banyak siswa yang hadir, kami juga sebagai wartawan berbagi pengalaman. Orang-orang yang berpengalaman di bidangnya masing-masing menceritakan pengalaman tentang jurnalisme, hukum, pemerintahan, dan politik. Jadi kami bisa dapat banyak pengetahuan di momen ini,” ungkapnya.

Elisa menegaskan komitmen AWP untuk terus menyelenggarakan festival media setiap dua tahun. Meski belum menyebutkan lokasi penyelenggaraan berikutnya, ia mengajak seluruh insan pers di Tanah Papua untuk terus bersinergi.

“2 tahun lagi kami akan menyelenggarakan festival media. Kesempatan ini saya tidak menyebutkan tempat di mana akan kita lakukan, tetapi saya menyampaikan kami akan melaksanakan festival media,” katanya.
“Saya ajak teman-teman wartawan asli Papua maupun non-Papua, kita tetap bersama-sama melaksanakan kegiatan festival media yang lebih baik ke depan,” pungkas Elisa.

Festival Media Se-Tanah Papua perdana yang berlangsung 13-15 Januari 2026 di Nabire ini dihadiri 1.132 peserta aktif, termasuk 149 jurnalis dari 6 provinsi di Tanah Papua, serta ratusan pelajar dan mahasiswa.

Red: MATARAKYATNEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *