Niat Merantau Cari Kerja di Bali, Nasib Apes Menimpa Seorang Pria Asal NTT Jadi Korban Penyiksaan Sindikat Lowongan Kerja Palsu

BALI, Kriminal12 Dilihat

MEDIA MATATAKYATNEWS || Seorang pemuda asal Sumba Barat Daya, NTT Krisno (23) menjadi korban penyekapan, pemerasan, dan penyiksaan oleh sindikat lowongan kerja palsu di Bali pada Mei 2026. Pelaku memeras keluarga korban hingga Rp 100 juta dan menganiaya korban sebelum akhirnya ia berhasil kabur.

Sebuah kabar mengerikan sekaligus menyayat hati menimpa seorang pemuda asal Sumba NTT, bernama Krisno (Kresno). Ia berniat merantau ke Bali demi mengadu nasib dan mencari nafkah, namun justru terjebak dalam lingkaran sindikat lowongan kerja palsu penipu kejam yang hampir saja merenggut nyawanya.

Kisah tragis yang dialami Krisno ini menjadi viral setelah beredar luas di media sosial lewat unggahan ibu korban. Kasus ini sontak memicu kemarahan besar warga Sumba, lantaran para pelaku tega menyiksa korban secara brutal selama belasan jam.

Krisno mengaku disekap selama 12 jam di dua hotel berbeda di Bali pada 4-9 Mei 2026. Dua perempuan yang diduga menjadi otak pelaku hingga kini masih buron dan diburu polisi.

Krisno menceritakan pengalaman pahitnya melalui media sosial. Ia datang ke Bali pada 1 Mei 2026 untuk mencari pekerjaan.

Pada 4 Mei 2026, ia mendapat informasi lowongan kerja melalui aplikasi online dari seseorang yang mengaku sebagai bos perusahaan.

“Tanggal 4 Mei saya dapat informasi lowongan pekerjaan lewat aplikasi online oleh oknum yang mengatakan dirinya bos. Ternyata dia adalah sindikat mafia,” ujarnya dilansir detik bali, Selasa (9/6/2026).

Beberapa hari kemudian, Krisno diundang mengikuti wawancara kerja di Hotel Liberta Seminyak. Ia mengaku tidak menaruh curiga karena pelaku berbicara membawa nama Tuhan dan mengaku sesama Kristen.

“Saya tidak berpikir bahwa ini penipu karena di satu sisi dia berbicara dengan membawa nama Tuhan. Berkata ini cara Tuhan pertemukan kita sesama Kristen,” kata Krisno

“Jadi waktu itu saya dengan pikiran polos dan takut sama Tuhan, berpikir ini benar-benar orang yang memberikan pekerjaan yang baik,” sambungnya.

Pelaku juga mengaku mencari kandidat yang memiliki pengalaman di bidang perhotelan. Hal itu membuat Krisno semakin percaya karena dirinya pernah bekerja di hotel di Jepang.

Namun setelah sesi wawancara selesai, seluruh barang milik Krisno dirampas.”HP saya diambil, iPhone, laptop diambil, koper bahkan baju saya diambil. Saya tidak punya apa-apa lagi,” ucapnya.

Setelah itu, Krisno dipindahkan ke Hotel Libertas Kedonganan. Di lokasi tersebut, ia dituduh mencuri uang Rp 2 juta dan melakukan pelecehan terhadap sang bos.

“Padahal saya tidak melakukan itu semua,” tegasnya.

Krisno mengaku mulai disiksa oleh komplotan pelaku sejak pukul 17.00 Wita hingga sekitar pukul 02.00 dini hari.

“Saya disiksa layaknya seekor anjing. Dipukul pakai sepatu high heels hingga ada bekas jahitan, diinjak, kalung salib saya ditarik dari belakang, dicekek,” ungkapnya.

Pelarian dan Penanganan Hukum

Krisno Berhasil Kabur: Pada 9 Mei 2026 sekitar pukul 04.00 WITA, korban berhasil melarikan diri saat para penjaganya tertidur lelap.

Lapor Polisi: Dengan kondisi babak belur, korban berlari ke sebuah warung Madura untuk meminta bantuan menghubungi kerabatnya di Bali. Setelah mendapatkan perawatan medis awal, korban bersama keluarganya resmi melaporkan kejadian ini ke Polsek Kuta dan Polresta Denpasar.

Status Pelaku: Aparat kepolisian bergerak memburu komplotan ini, di mana dua orang perempuan yang diduga menjadi otak pelaku sedang dalam pengejaran.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para pencari kerja luar daerah agar selalu waspada terhadap modus penipuan lowongan pekerjaan fiktif berkedok staf perhotelan atau vila

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *