Prada Alfianus Banno Anak Petani Asal Toraja Tinggal di Desa Taripa Poso Berhasil Lolos Jadi Prajurit TNI. Pernah 8 Kali Gagal

MANADO2 Dilihat

MEDIA MATARAKYATNEWS || MANADO –  Prada Alfianus Banno seorang pemuda asal Desa Taripa Kecamatan Pamona Timur, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah baru saja meraih pencapaian luar biasa dengan dinyatakan lulus seleksi Pendidikan Pertama Tamtama Infantri Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) Gel. 1 Tahun 2026 di Lemdik Infantri XIII/Merdeka. pada Jumat, (55/5/2026).

Dibalik keberhasilannya, terdapat perjalanan yang penuh tantangan dan kegagalan. Alfianus, telah mengalami delapan kali kegagalan dalam mengikuti tes sebelum akhirnya berhasil.

Foto.dok. Kebersamaan keluarga usai Pelantikan Prada Alfianus Banno dinyatakan lulus seleksi Pendidikan Pertama Tamtama Infantri TNI AD Gel. 1 Tahun 2026 di Lemdik Infantri XIII/Merdeka.

Kisah Alfianus adalah contoh nyata dari ketekunan dan semangat pantang menyerah.

Meski berasal dari keluarga sederhana, dimana ayahnya, Basman Ponda, bekerja sebagai petani dan ibunya, Elisabet, tidak lulus Sekolah Dasar, namun anaknya berhasil menjadi Abdi Negara.

Pasangan suami istri dari keluarga sederhana tersebut selalu mendampingi anak-anak dengan penuh kasih sayang, Alfianus tidak pernah menyerah pada impiannya untuk menjadi prajurit TNI.

Hari Jumat 22 Mei 2026, menjadi momen bersejarah bagi keluarga Ponda, ketika Alfianus akhirnya dinyatakan lulus.

Kabar tersebut disambut dengan haru oleh kedua orang tuanya.

“Tak ada kado yang lebih membahagiakan daripada bangga melihat anak kami sukses meraih apa yang diimpikannya selama ini,” ujar Basman, sang ayah.

Ia berharap agar Alfianus dapat lebih sukses dalam kariernya ke depan.

Sementara itu, Kanit Binmas Polsek Dimembe Bripka Marthen Mandi merupakan keluarga Prada Alfianus sangat bangga dengan kerja keras orang tua dan sikap pantang menyerah Prada Alfianus.

“Ini yang kedelapan kali Alfianus mengikuti tes. Setiap tes selalu gagal, namun dengan tekad yang kuat akhirnya berhasil”. Kata Marthen Mandi kepada Media MatarakyatNews.

Marthen menilai kisah Alfianus layak dijadikan teladan bagi generasi muda, khususnya anak-anak desa yang kerap terkendala biaya.

“Dia membuktikan bahwa anak petani miskin pun bisa menjadi prajurit TNI AD dengan cara yang terhormat. Tidak ada sogokan, tidak ada calo, hanya doa orang tua, kerja keras, dan kejujuran,” ujarnya.

Kisah inspiratif ini menjadi bukti nyata bahwa mimpi besar dapat terwujud jika dijalani dengan iman, kejujuran, dan keteguhan hati. Pungkasnya.

(Ferdi. T)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *