TRADISI MEMBUAT BANGSAL DUKA, MENJADI BUDAYA MAPALUS  DI DESA TATELU

MEDIA MATARAKYATNEWS // TATELU, 23/03/2024 – Mapalus adalah budaya gotong – royong di Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Mapalus masih dilakukan hingga kini di kota dan kabupaten Provinsi Sulawesi Utara.

Budaya mapalus membantu membentuk karakter masyarakat agar dapat memiliki jiwa sosial yang tinggi.

Mapalus merupakan budaya tradisioanal yang berupa kegiatan gotong – royong dalam suatu kelompok masyarakat.

Baca Juga  LMP MINAHASA UTARA KEMBALI MELAKUKAN AKSI SOLIDARITAS UNTUK MEMBANTU KORBAN BENCANA ALAM AKIBAT ERUPSI GUNUNG RUANG TAGULANDANG

Kagiatan mapalus ini dilakukan sekelompok masyarakat baik di desa maupun di kelurahan. sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan kelompok mapalus pada suatu daerah.

Umumnya, tujuan mapalus adalah untuk saling membantu satu sama lain dalam anggota mapalus, baik membantu dalam suasana senang (syukur atas hasil bumi) dan suasana duka (meninggal).

Kegiatan ini terlihat, ketika ada warga yang meninggal. Pembuatan bangsal duka ini, di mulai, ketika mendengar kabar ada warga yang meninggal dunia di lingkungan/ jaga setempat. Antusias warga saling bergotong royong, saling berinteraksi dan saling menjalin keakraban satu sama lain ketika membuat bangsal duka.

Baca Juga  Pererat Silaturahmi Dan Evaluasi Kinerja. Ormas LMP Minut Gelar Rapat Koordinasi
(Foto Kepala jaga 2 Tatelu)

Saat di konfirmasi oleh Media MatarakyatNews sebut saja “Welly Paath”, yang juga sebagai kepala lingkungan jaga 2 aparat desa Tatelu, mengatakan, bahwa Kegiatan Mapalus ini, sudah di lakukan sejak dahulu, oleh orang – orang tua kita, bahkan sampai sekarang. Tentunya ini akan tetap terus ada dan perlu di lestarikan. Sebab siapapun kita, pasti akan mengalami sebuah kematian”, pungkasnya.

Baca Juga  Dunia Pendidikan Desa Wawonian Butuh Perhatian Khusus Oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara

 

Media MatarakyatNews

CS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *