Pelaksanaan Program MBG. Ketua DEN Luhut Pandjaitan Akui Ide Besar Presiden Tidak Diiringi Persiapan Matang 

JAKARTA38 Dilihat

MEDIA MATARAKYATNEWS || JAKARTA – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengakui bahwa masalah dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi karena ide besar dari Presiden Prabowo Subianto tersebut tidak diiringi dengan perencanaan dan studi yang matang sejak awal.

DEN kini dilibatkan untuk melakukan monitoring, evaluasi berkala, dan memberikan perbaikan tata kelola agar anggaran lebih efisien dan tepat sasaran.

Program MBG menghadapi tantangan besar dan ketidaksesuaian data maupun implementasi di lapangan, khususnya di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Menurut Luhut, Implementasi program yang dilaksanakan terlalu tergesa-gesa membuat pemerintah terpaksa memperbaiki masalah di lapangan yang sebenarnya bisa dihindari.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengakui pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

“Jadi masalah kita adalah ide-ide besar presiden tidak kita siapkan perencanaannya yang matang. Itu salah kita semua lah,” ujar Luhut dikutip warta ekonomi.id

Luhut menjelaskan salah satu tantangan terbesar dalam pelaksanaan program berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Sebagai bagian dari upaya pembenahan, Luhut mengungkapkan bahwa DEN telah menerjunkan tim untuk melakukan kajian di sekitar 800 titik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Kajian tersebut dilakukan untuk memetakan persoalan yang muncul di lapangan sekaligus menyusun rekomendasi perbaikan bagi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Hasil evaluasi diharapkan dapat meningkatkan akurasi data penerima manfaat, memperbaiki sistem distribusi, serta memastikan program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran pada masa mendatang.

Meskipun ada kendala di awal, Luhut menegaskan MBG adalah program yang sangat baik sehingga masyarakat tidak perlu lagi saling menyalahkan, melainkan fokus pada perbaikan pengelolaannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *