MEDIA MATARAKYATNEWS || JAKARTA – Konferensi pers oleh kelompok yang menamakan diri Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu memicu kegaduhan publik setelah sejumlah pihak membantah keterlibatan mereka. Beberapa kampus dan aliansi mahasiswa asli justru menyatakan tidak pernah mengirim delegasi dan menuding gerakan ini mencatut nama institusi.
Publik di media sosial, tengah ramai menyoroti konferensi pers yang sempat digelar kelompok yang menyatakan dirinya sebagai aliansi mahasiswa BEM Bersatu. Sebelumnya, BEM Bersatu menyatakan sikap menolak gerakan mahasiswa yang ditunggangi kepentingan politik praktis.
Kelompok tersebut menggelar konferensi pers pada Selasa (16/6/2026) untuk menyatakan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kelompok BEM Bersatu ini juga memicu perdebatan setelah menuding balik massa aksi penolak MBG (seperti mantan Ketua BEM UGM) memiliki afiliasi dan ditunggangi oleh purnawirawan TNI serta elite partai politik tertentu. Sebaliknya, publik di media sosial menuding balik bahwa kelompok BEM Bersatu adalah “BEM tandingan” yang sengaja dibentuk dan diisi oleh oknum alumni untuk mengimbangi gerakan mahasiswa yang masif.
Dalam video itu, para anggota aliansi BEM Bersatu, tampak berkumpul mengenakan almamater. Dan rupanya beberapa dari nama itu tidak mewakili BEM di beberapa universitas.
Skandal “BEM Bersatu” terungkap sebagai gerakan dengan legitimasi yang dipertanyakan setelah berbagai kampus dan aliansi mahasiswa secara resmi membantah keterlibatan mereka.
Sejumlah pihak yang mengatasnamakan diri sebagai perwakilan BEM ini diduga menyalahgunakan mandat dan membawa nama kampus tanpa izin.
Pada video klarifikasi itu, para anggota aliansi BEM Bersatu, tampak berkumpul mengenakan almamater. Rupanya beberapa dari nama itu tidak mewakili BEM di beberapa universitas.
Bahkan ada juga yang ternyata sudah lulus sejak tahun 2020. Hal itu pun jadi sorotan, bahkan mereka kini dicari oleh pihak kampus.
Fakta dan Klarifikasi dari Kampus:
- BEM FISIP UNAS: Pihak Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nasional memberikan klarifikasi bahwa mereka tidak memiliki organisasi BEM di tingkat fakultas. Hal ini membuat jabatan “Ketua BEM FISIP UNAS” yang digunakan dalam konferensi pers tersebut dinyatakan fiktif.
- BEM FT Universitas BSI: Pihak BEM Fakultas Teknik Industri Universitas BSI menegaskan secara resmi bahwa mereka tidak pernah mengenal perwakilan bernama Ahmad yang hadir dalam deklarasi tersebut.
- Mantan Pengurus Kampus: Tokoh yang dibawa dalam rombongan, seperti Ahmad Ghazy, diketahui sudah lulus sejak tahun 2024 dan tidak memiliki hak atau mandat untuk mewakili BEM.
Perdebatan dan Manuver Politik
Kelompok “BEM Bersatu” sebelumnya menggelar konferensi pers yang menyatakan dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, manuver ini berujung blunder dan memicu kecaman publik akibat klaim identitas yang tidak valid.
Gerakan ini juga diwarnai dengan sorotan terhadap kubu aktivis oposisi, seperti mantan Ketua BEM UGM yang dituduh menunggangi gerakan dan berafiliasi dengan elite politik tertentu. Analisis mendalam mengenai fenomena mandat palsu dan penyusupan kepentingan dalam ruang sipil mengindikasikan adanya disonansi identitas di dalam gerakan ini.







