MEDIA MATARAKYATNEWS || MANADO – Sungguh ironi perjalanan panjang masa dinas Pria kelahiran Manado tahun 1960 Letnan Jenderal (Letjen) Purnawirawan Lodewyk Pusung. Kiprahnya sebagai Tentara Nasional Indonesia (TNI) selama 32 tahun sangat membanggakan dan penuh presentasi namun, tumbang dalam kurun waktu 1,5 Tahun Urus Gizi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pria kelahiran Manado ini bukanlah sosok sembarangan. Lulusan Akademi Militer (AKABRI) tahun 1985 ini telah kenyang makan asam garam di berbagai wilayah operasi krusial Indonesia, mulai dari Timor Timur, Papua, hingga Aceh, serta menyelesaikan penugasan penting di luar negeri.
Kesetiaan dan ketangguhannya diakui negara. Pada tahun 2018, ia dianugerahi Satyalancana Kesetiaan XXXII Tahun, sebuah medali yang menjadi bukti sahih pengabdian tanpa putus selama lebih dari 32 tahun di institusi militer
Tak hanya loyal, Lodewyk juga berprestasi gemilang. Sepanjang karirnya, ia sukses menduduki posisi-posisi strategis, di antaranya:
-
Kasdam VI/Mulawarman (2014)
-
Pangdivif I Kostrad (2015)
-
Pangdam I/Bukit Barisan (2015)
-
Asops Panglima TNI (2017)
Bahkan, pada tahun 2015, ia memborong tiga bintang kehormatan sekaligus: Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, dan Bintang Yudha Dharma Nararya
Deretan Satyalancana lain seperti Bantala (2015) hingga Wira Nusa (2017) juga memenuhi dada seragamnya.
Namun, meski memiliki insting tajam sebagai “otak” operasi militer (Asops) dan jenderal lapangan, tantangan birokrasi di meja Badan Gizi Nasional (MBG) nyatanya menghadirkan medan tempur yang berbeda.
Tugas mengurus Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan ternyata tak semudah meracik taktik di lapangan.
Evaluasi ketat selama 1,5 tahun dari Presiden Prabowo, yang sama-sama berlatar belakang militer, membuktikan bahwa pangkat jenderal bintang tiga dan status veteran perang tidak menjadi jaminan posisi aman di kabinet jika target kerja tidak tercapai maksimal.
Diketahui, Lodewyk Pusung ditetapkan sebagai tersangkah karena diduga melakukan perbuatan melawan hukum dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG), termasuk meloloskan yayasan terafiliasi serta melakukan mark up dan pengadaan barang yang tidak sesuai kebutuhan.
Selain itu, Kejagung juga mengungkap dugaan peran dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2025–2026.
Ketiganya diduga melakukan intervensi terhadap pejabat pembuat komitmen (PPK) serta menyusun pengadaan yang tidak sesuai kebutuhan. Selain itu, Lodewyk CS juga diduga melakukan mark up pada sejumlah pengadaan, termasuk motor listrik, sepatu, tablet, dan televisi, serta meloloskan yayasan yang tidak memenuhi syarat sebagai mitra SPPG.
Penyidik sedang mendalami total kerugian negara dalam kasus tata kelola program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Pencopotan Letjen Lodewyk Pusung menjadi catatan sejarah yang unik di era pemerintahan ini.
Tiga dekade lebih ia berdiri kokoh menjaga kedaulatan negara lewat moncong senjata, namun karir birokrasinya harus tumbang di usia 1,5 tahun saat menghadapi peliknya urusan pemenuhan gizi masyarakat.













