MEDIA MATARAKYATNEWS || JAKARTA – Hotman Paris Hutapea Kuasa hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya pada Senin, 20 Juli 2026.
Hotman meminta maaf atas tindakan dan ucapannya dalam konferensi pers pada Jumat, 17 Juli 2026, seusai mendampingi pemeriksaan kliennya, mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Febrie sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian terkait kasus dugaan korupsi dan TPPU.
Dalam pembelaannya, Hotman mengklaim bahwa Febrie merupakan sosok berprestasi yang dibanggakan Presiden Prabowo karena berhasil menyelamatkan aset negara sebesar Rp430 triliun. Hotman juga sempat mempertanyakan mengapa penetapan tersangka kliennya dilakukan tanpa pemberitahuan atau izin terlebih dahulu dari Presiden.
Pernyataan Hotman tersebut menuai teguran keras dari pihak Istana melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi serta DPP Partai Gerindra. Mereka menegaskan bahwa Presiden Prabowo tidak pernah melakukan intervensi hukum dan proses hukum yang berjalan tidak boleh dikait-kaitkan dengan nama Presiden
Melalui video klarifikasinya, Hotman menegaskan bahwa segala ucapannya murni keluar dari aspek kepenggacaraan demi melindungi hak-hak hukum kliennya. Ia memastikan tidak memiliki motivasi lain maupun keterlibatan dalam kepentingan politik apa pun.
Namun, Kasus permohonan maaf terbuka Hotman Paris Hutapea memicu sorotan tajam dan reaksi berantai dari berbagai elemen publik.
Reaksi Sinis Netizen di Media Sosial:
Di berbagai platform digital seperti Instagram dan TikTok, klarifikasi Hotman dibanjiri komentar miring. Banyak netizen menilai Hotman bersikap arogan dan menganggap permohonan maafnya hanya sekadar formalitas pembelaan diri setelah mendapat tekanan politik dari Istana dan Partai Gerindra.
Unggahan permohonan maaf terbuka yang disampaikan Hotman Paris memicu ribuan komentar bernada menyindir, sinis, dan sarkastis dari warganet di media sosial seperti Instagram dan TikTok. Publik menilai tindakan tersebut sebagai titik balik runtuhnya reputasi sang pengacara akibat sikapnya yang dinilai terlanjur angkuh.
Ungkapan bernada menyindir seperti Sindiran paling gencar berfokus pada perubahan sikap Hotman yang mendadak melunak setelah mendapat teguran keras dari Istana negara. Warganet ramai menuliskan kalimat seperti “Ada takutnya juga ternyata”, “Om Panik”, “Kirain abang paling kebal hukum, ternyata takluk juga kalau disenggol ring satu”, dan “Kemarin bawa-bawa nama Presiden dengan lantang, sekarang langsung ciut bikin video klarifikasi.”
Dampak dari peryataan Hotman sehingga runtuhnya simpati publik ini bahkan berujung pada aksi nyata netizen, salah satunya adalah maraknya gerakan unfollow masal yang membuat jumlah pengikut akun media sosial Hotman Paris dilaporkan langsung turun drastis dalam waktu singkat.













