MEDIA MATARAKYATNEWS || BITUNG -Kasak Kusuk Isu Sara dalam sebuah pernyataan yang di lontarkan Komandan Satuan Patroli (Dansatrol) Kodaeral VIII Bitung, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D, berakhir dengan pendekatan kekeluargaan.
Bersama Ketua Kerukunan Keluarga Jawa (KKJ) Sulawesi Utara, Ahmad Nuri, Dansatrol dan insan Pers akhirnya duduk bersama dalam sebuah pertemuan yang bertujuan mengklarifikasi pemberitaan yang sempat viral itu.
Dalam pertemuan penuh keakraban itu, Dansatrol dengan tegas dan jujur menyatakan bahwa tidak ada niat sedikit pun dari dirinya maupun personelnya untuk menyinggung atau menyerang etnis atau suku tertentu.
Ia mengakui bahwa pernyataan yang sempat terucap di hadapan awak media memang sangat keliru jika ditafsirkan sebagai ujaran rasis. Namun, ia menjelaskan bahwa ungkapan tersebut hanyalah curahan hati spontan yang tidak mewakili kebijakan resmi satuannya, sehingga sama sekali tidak bermaksud diskriminatif. Hal itu di ungkapkannya saat konfrensi pers di Markas Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral VIII) Manado, pada Minggu (24/05/2026) pukul 20:30 WITA malam.
Sikap santun dan penuh dedikasi ditunjukan Dansatrol Bitung Kolonel Laut (P) Marvill Marfell Frits E.D. yang kemudian mendapatkan apresiasi masyarakat.
Pada pertemuan rekonsiliasi itu, terpantau suasana hangat dan penuh keakraban, Perwira Menengah TNI AL tersebut dengan tegas menyatakan bahwa informasi mengenai keterlibatan personelnya dalam insiden bermuatan suku tertentu merupakan informasi yang tidak utuh dan sama sekali tidak seperti yang diberitakan, sehingga Dansatrol mengingatkan awak media agar lebih berhati-hati dalam menyajikan data.
Menurutnya, Sejak awal bertugas di Bitung, Dansatrol mengaku telah merangkul Kerukunan Keluarga Jawa (KKJ) Sulawesi Utara yang diketuai Ahmad Nuri. Bahkan, Dansatrol mengungkapkan bahwa ia sering bersilaturahmi dengan berbagai kelompok masyarakat, termasuk KKJ, demi menjaga kerukunan dan keamanan daerah.
Dikesempatan yang sama Ketua KKJ Sulut, Ahmad Nuri, menyambut baik klarifikasi tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada lagi persoalan antara pihaknya, Dansatrol, serta insan pers.
“Kami melihat komitmen Dansatrol untuk menjaga kerukunan sangat kuat. Silaturahmi seperti ini yang harus terus dibangun,” ujar Ahmad Nuri.
Suasana pertemuan berlangsung hangat ketika insan pers bersama Dansatrol sepakat mengakhiri polemik dengan saling terbuka menerima klarifikasi.
Kedua belah pihak sepakat bahwa berita yang sempat viral tersebut dianggap sebagai pembelajaran dan diselesaikan secara kekeluargaan tanpa adanya lagi persoalan hukum maupun sosial.
Diakhir pertemuan Dansatrol Bitung dan Ketua KKJ Sulut mengajak awak media untuk selalu menyajikan berita berdasarkan verifikasi, demi terciptanya hubungan harmonis antara aparat, masyarakat, dan pers.








